Powered by Blogger.

Monday, May 14, 2018

Cerita Dewasa - Jepitan Nikmat Toket Gede

Cerita Dewasa -  Jepitan Nikmat Toket Gede

Lega rasanya aku melihat pagar rumah kosku setelah terjebak dalam kemacetan jalan dari kampusku. Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 21.05 yang berarti aku telah menghabiskan waktu satu jam terjebak dalam arus lalu-lintas Jakarta yang begitu mengerikan. Setelah memarkir mobilku, bergegas aku menuju ke kamarku dan kemudian langsung menghempaskan tubuh penatku ke ranjang tanpa sempat lagi menutup pintu kamar.

http://astonwin.org/
Cerita Dewasa - Baru saja mataku tertutup, tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh ketukan pada pintu kamarku yang disertai dengan teriakan nyaring dari suara yang sudah sangat aku kenal. “Ko, loe baru pulang yah?” gelegar suara Voni memaksa mataku untuk menatap asal suara itu. “iya, memangnya ada apa sih teriak-teriak?” jawabku sewot sambil mengucek mataku. “Ini gue mau kenalin sepupu gue yang baru tiba dari Bandung” jawabnya sambil tangan kirinya menarik tangan seorang cewek masuk ke kamarku.

Kuperhatikan cewek yang disebut Voni sebagai sepupunya itu, sambil tersenyum aku menyodorkan tangan kananku kearahnya “Hai, namaku Riko” “Lydia” jawabnya singkat sambil tersenyum kepadaku. Sambil membalas senyumannya yang manis itu, mataku mendapati sesosok tubuh setinggi kira-kira 165 cm, walaupun dengan perawakan sedikit montok namun kulitnya yang putih bersih seakan menutupi bagian tersebut. “Riko ini teman baik gue yang sering gue ceritain ke kamu” celetuk Voni kepada Lydia. “Oh..” “Nah, sekarang kan loe berdua udah tau nama masing-masing, lain kali kalo ketemu kan bisa saling memanggil, gue mau mandi dulu yah, daag..” kata Voni sambil berjalan keluar dari kamarku.Klik Sini Nonton Filmsemi

Aku menanggapi perkataan Voni barusan dengan kembali tersenyum ke Lydia. “Cantik juga sepupu Voni ini” pikirku dalam hati. “Lydia ke Jakarta buat liburan yah?” tanyaku kepadanya. “Iya, soalnya bosen di Bandung melulu” jawabnya. “Loh, memangnya kamu nggak kuliah?” “Nggak, sehabis SMA aku cuma bantu-bantu Papa aja, males sih kuliah.” “Rencananya berapa lama di Jakarta?” “Yah.. sekitar 2 minggu deh” “Riko aku ke kamar Voni dulu yah, mau mandi juga ” “Oke deh” Sambil tersenyum lagi dia berjalan keluar dari kamarku. Aku memandang punggung Lydia yang berjalan pelan ke arah kamar Voni.

Kutatap BH hitamnya yang terlihat jelas dari balik kaos putih ketat yang membaluti tubuhnya yang agak bongsor itu sambil membayangkan dadanya yang juga montok itu. Setelah menutup pintu kamarku, kembali kurebahkan tubuhku ke ranjang dan hanya dalam sekejab saja aku sudah terlelap. “Ko, bangun dong” Aku membuka kembali mataku dan mendapatkan Voni yang sedang duduk di tepi ranjangku sambil menggoyangkan lututku. “Ada apa sih?” tanyaku dengan nada sewot setelah untuk kedua kalinya dibangunkan.

“Kok marah-marah sih, udah bagus gue bangunin. Liat udah jam berapa masih belom mandi!” Aku menoleh ke arah jam dindingku sejenak. “Jam 11, emang kenapa kalo gue belum mandi?” “Kan loe janji mau ngetikin tugas gue kemaren” “Aduh Voni.. kan bisa besok..” “Nggak bisa, kan kumpulnya besok pagi-pagi” Aku bergegas bangun dan mengambil peralatan mandiku tanpa menghiraukan ocehan yang terus keluar dari mulut Voni. “Ya udah, gue mandi dulu, loe nyalain tuh komputer!”

Tulisan di layar komputerku sepertinya mulai kabur di mataku. “Gila, udah jam 1, tugas sialan ini belum selesai juga” gerutuku dalam hati. “Tok.. Tok.. Tok..” bunyi pintu kamarku diketok dari luar. “Masuk!” teriakku tanpa menoleh ke arah sumber suara. Terdengar suara pintu yang dibuka dan kemudian ditutup lagi dengan keras sehingga membuatku akhirnya menoleh juga.

Kaget juga waktu kudapati ternyata yang masuk adalah Lydia. “Eh maaf, tutupnya terlalu keras” sambil tersenyum malu dia membuka percakapan. “Loh, kok belum tidur?” dengan heran aku memandangnya lagi. “Iya nih, nggak tau kenapa nggak bisa tidur” “Voni mana?” tanyaku lagi. “Dari tadi udah tidur kok” “Gue dengar dari dia katanya elo lagi buatin tugasnya yah?” “Iya nih, tapi belum selesai, sedikit lagi sih” “Emang ngetikin apaan sih?” sambil bertanya dia mendekatiku dan berdiri tepat disamping kursiku.Klik Sini Untuk Nonton Bioskop Online

Aku tak menjawabnya karena menyadari tubuhnya yang dekat sekali dengan mukaku dan posisiku yang duduk di kursi membuat kepalaku berada tepat di samping dadanya. Dengan menolehkan kepalaku sedikit ke kiri, aku dapat melihat lengannya yang mulus karena dia hanya memakai baju tidur model tanpa lengan.

Sewaktu dia mengangkat tangannya untuk merapikan rambutnya, aku dapat melihat pula sedikit bagian dari BHnya yang sekarang berwarna krem muda. “Busyet.. loe harum amat, pake parfum apa nih?” “Bukan parfum, lotion gue kali” “Lotion apaan, bikin terangsang nih” candaku. “Body Shop White Musk, kok bikin terangsang sih?” tanyanya sambil tersenyum kecil. “Iya nih beneran, terangsang gue nih jadinya” “Masa sih? berarti sekarang udah terangsang dong” Agak terkejut juga aku mendengar pertanyaan itu. “Jangan-jangan dia lagi memancing gue nih..” pikirku dalam hati. “Emangnya loe nggak takut kalo gue terangsang sama elo?” tanyaku iseng. “Nggak, memangnya loe kalo terangsang sama gue juga berani ngapain?” “Gue cium loe ntar” kataku memberanikan diri.

Tanpa kusangka dia melangkah dari sebelah kiri ke arah depanku sehingga berada di tengah-tengah kursi tempat aku duduk dengan meja komputerku. “Beneran berani cium gue?” tanyanya dengan senyum nakal di bibirnya yang mungil. “Wah kesempatan nih” pikirku lagi. Aku bangkit berdiri dari dudukku sambil mendorong kursiku sedikit ke belakang sehingga kini aku berdiri persis di hadapannya. Sambil mendekatkan mukaku ke wajahnya aku bertanya “Bener nih nggak marah kalo gue cium?” Dia hanya tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaanku.

Tanpa pikir panjang lagi aku segera mencium lembut bibirnya. Lydia memejamkan matanya ketika menerima ciumanku. Kumainkan ujung lidahku pelan kedalam mulutnya untuk mencari lidahnya yang segera bertaut dan saling memutar ketika bertemu. Sentuhan erotis yang kudapat membuat aku semakin bergairah dan langsung menghujani bibir lembut itu dengan lidahku. Sambil terus menjajah bibirnya aku menuntun pelan Lydia ke ranjang.

Dengan mata masih terpejam dia menurut ketika kubaringkan di ranjangku. Erangan halus yang didesahkan olehnya membuatku semakin bernafsu dan segera saja lidahku berpindah tempat ke bagian leher dan turun ke area dadanya. Setelah menanggalkan bajunya, kedua tanganku yang kususupkan ke punggungnya sibuk mencari kaitan BH-nya dan segera saja kulepas begitu aku temukan.Klik sini Untuk Taruhan Judi Online

Dengan satu tarikan saja terlepaslah penutup dadanya dan dua bukit putih mulus dengan pentil pink yang kecil segera terpampang indah didepanku. Kuremas pelan dua susunya yang besar namun sayang tidak begitu kenyal sehingga terkesan sedikit lembek. Puting susunya yang mungil tak luput dari serangan lidahku.

Setiap aku jilati puting mungil tersebut, Lydia mendesah pelan dan itu membuatku semakin terangsang saja. Entah bagaimana kabar penisku yang sedari tadi telah tegak berdiri namun terjepit diantara celanaku dan selangkangannya. Putingnya yang kecil memang sedikit menyusahkan buatku sewaktu menyedot bergantian dari toket kiri ke toket kanannya, namun desahan serta gerakan-gerakan tubuhnya yang menandakan dia juga terangsang membuatku tak tahan untuk segera bergerilya ke perutnya yang sedikit berlemak.

Namun ketika aku hendak melepas celananya, tiba-tiba saja dia menahan tanganku. “Jangan Riko!” “Kenapa?” “Jangan terlalu jauh..” “Wah, masa berhenti setengah-setengah, nanggung nih..” “Pokoknya nggak boleh” setengah berteriak Lydia bangkit dan duduk di ranjang. Kulihat dua susunya bergantung dengan anggunnya di hadapanku. “Kasihan ama ini nih, udah berdiri dari tadi, masa disuruh bobo lagi?” tanyaku sambil menunjuk ke arah penisku yang membusung menonjol dari balik celana pendekku.

Tanpa kusangka lagi, tiba-tiba saja Lydia meloroti celanaku plus celana dalamku sekalian. Aku hanya diam ketika dia melakukan hal itu, pikirku mungkin saja dia berubah pikiran. Tetapi ternyata dia kemudian menggenggam penisku dan dengan pelan mengocok penisku naik turun dengan irama yang teratur.

Aku menyandarkan tubuhku pada dinding kamar dan masih dengan posisi jongkok dihadapanku Lydia tersenyum sambil terus mengocok batang penisku tetapi semakin lama semakin cepat. Nafasku memburu kencang dan jantungku berdegub semakin tak beraturan dibuatnya, walaupun aku sangat sering masturbasi, tapi pengalaman dikocok oleh seorang cewek adalah yang pertama bagiku, apalagi ditambah pemandangan dua susu montok yang ikut bergoyang karena gerakan pemiliknya yang sedang menocok penisku bergantian dengan tangan kiri dan kanannya. “Lyd.. mau keluar nih..” lirih kataku sambil memejamkan mata meresapi kenikmatan ini. “Bentar, tahan dulu Ko..”jawabnya sambil melepaskan kocokannya. “Loh kok dilepas?” tanyaku kaget.

Tanpa menjawab pertanyaanku, Lydia mendekatkan dadanya ke arah penisku dan tanpa sempat aku menebak maksudnya, dia menjepit penisku dengan dua susunya yang besar itu. Sensasi luar biasa aku dapatkan dari penisku yang dijepit oleh dua gunung kembar itu membuatku terkesiap menahan napas. Sebelum aku sempat bertindak apa-apa, dia kembali mengocok penisku yang terjepit diantara dua susunya yang kini ditahan dengan menggunakan kedua tangannya.

Kali ini seluruh urat-urat dan sendi-sendi di sekujur tubuhku pun turut merasakan kenikmatan yang lebih besar daripada kocokan dengan tangannya tadi. “Enak nggak Ko?” tanyanya lirih kepadaku sambil menatap mataku. “Gila.. enak banget Sayang.. terus kocok yang kencang..” Tanganku yang masih bebas kugerakkan kearah pahanya yang mulus.

Sesekali memutar arah ke bagian belakang untuk merasakan pantatnya yang lembut. “Ahh.. ohh..” desahnya pelan sambil kembali memejamkan matanya. Kocokan serta jepitan susunya yang semakin keras semakin membuatku lupa daratan. “Lyd.. aku keluar..” Tanpa bisa kutahan lagi semprotan lahar panasku yang kental segera menyembur keluar dan membasahi lehernya dan sebagian area dadanya.

Seluruh tubuhku lemas seketika dan hanya bisa bersandar di dinding kamar. Aku memandang nanar ke Lydia yang saat itu bangkit berdiri dan mencari tissue untuk membersihkan bekas spermaku. Ketika menemukan apa yang dicari, sambil tersenyum lagi dia bertanya “Kamu seneng nggak” Aku mengangguk sambil membalas senyumannya. “Jangan bilang siapa-siapa yah, apalagi sama Voni” katanya memperingatkanku sambil memakai kembali BH dan bajunya yang tadi kulempar entah kemana. “Iyalah.. masa gue bilang-bilang, nanti kamu nggak mau lagi ngocokin gue” Lydia kembali hanya tersenyum padaku dan setelah menyisir rambut panjangnya dia pun beranjak menuju pintu. “Gue bersih-bersih dulu yah, abis itu mau bobo” ujarnya sebelum membuka pintu. “Thanks yah Lyd.. besok kesini lagi yah” balasku sambil menatap pintu yang kemudian ditutup kembali oleh Lydia.

Aku memejamkan mata sejenak untuk mengingat kejadian yang barusan berlalu, mimpi apa aku semalam bisa mendapat keberuntungan seperti ini. Tak sabar aku menunggu besok tiba, siapa tahu ternyata bisa mendapatkan lebih dari ini. Mungkin saja suatu saat aku bisa merasakan kenikmatan dari lubang surga Lydia, yang pasti aku harus ingat untuk menyediakan kondom di kamarku dulu.

Friday, May 11, 2018

Cerita Dewasa - Nafsu Terselubung Di Toilet Sekolah

Cerita Dewasa - Nafsu Terselubung Di Toilet Sekolah

Sebagai salah satu murid terpandai aku memang banyak di kenal oleh para guru pengajar dan juga sesama murid di sekolah ini. Tapi meskipun aku memiliki otak yang lumayan cemerlang tapi aku bukan tipe kutu buku yang hanya bergulat dengan buku dengan memakai kaca mata dengan culunnya, di sekolah ini aku juga di kenal sebagai cowok badung yang sering menggoda teman terutama teman cewek.

http://astonwin.org/
Cerita DewasaNamaku Robby hari ini aku akan pergi ke tempat les, dengan mengendarai motor akupun melaju ke tempat les tapi masih mau mampir dulu kerumah pacarku Adel namanya. Dia adalah gadis yang satu kelas denganku yakni sama-sama duduk di kelas 3 SMU. Adel anak yang manis dan pintar juga tapi dia termasuk anak yang pemalu hingga aku agak canggung juga untuk mencoba menciumnya.

Apalagi kalau sampai melakukan adegan seperti dalam cerita seks, yang ada aku hanya pernah menciumnya ketika aku sedang duduk berduaan di teras rumahnya. Saat itu aku memang sedang mengapeli dia karena malam itu adalah malam minggu, orang tua Adel begitu baik padaku karena mereka juga tahu kalau aku adalah anak yang cukup pandai di sekolah dan pernah mendapatkan beberapa kali penghargaan juga.

Sebenarnya setiap kali teman-temanku menceritakan tentang kelakuan mereka bersama dengan pacarnya. Aku juga ingin menikmatinya tapi aku masih takut juga karena Adel aku lihat juga sama-sama belum pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita seks yang sering aku baca bahkan ketika bersama dengan Adel tapi aku lihat dia masih malu-malu begitu aku daratkan ciumanku padanya.Klik Sini Nonton Filmsemi

Sampai akhirnya pada suatu malam seperti biasa malam minggu aku datang kerumahnya. Saat itu tidak ada orang di rumah Adel ketika dia menyuruhku untuk masuk kedalam raung tengahnya dan akhirnya kamipun berciuman ketika kami menonton sebuah drama korea yang menampilkan adegan romantis, Sehingga kamipun terbawa suasana dan melakukan hal itu juga.

Tapi sebelum melkaukan hal yang lebih intim lagi tiba-tiba kakak Adel datang. Dan tidak jadilah aku kembali berbuat lebih pada Adel, akupun pura-pura duduk dengan sopan kembali dan melanjutkan obrolan meskipun mata kami sudah di selimuti oleh nafsu yang hampir saja memuncak. Tapi aku masih bisa memegang tangan Adel dengan mesra tanpa sepengeahuan kakaknya.

Akupun pulang malam itu dengan perasaan yang berkecamuk dan bercampur aduk karena aku masih ingin melakukan hal itu dengan Adel. Sampai akhirnya tepat hari senin kamipun berangkat sekolah bareng seperti biasanya karena rumahku searah dengan rumah Adel menuju sekolah kami, maka sudah biasa aku menjemputnya dan mengantarnya setiap dia akan ke sekolah.

Selama dalam perjalanan Adel begitu lembut dan mesra mendekap tubuhku dari belakang. Aku yakin dia masih ingat permainan kami waktu malam minggu kemaren, akhirnya dengan lembutnya aku balas pegangan tangan Adel pada pinggangku ” Sayang nanti kita istirahat bareng ya…. ” Kataku berusaha mengada Adel dan diapun menjwab kata-kataku ” Kan kita emang biasa istirahat bareng.. ” Katanya sambil terus mendekapku.Klik Sini Nonton Bioskop Online

Akupun kembali berkata ” Maksud aku kita berdua saja ntar…. ” Adel tidak lagi menjawab tapi dia semakin erat memeluk tubuhku dari belakang. Sampai akhirnya kami tiba di halaman sekolah dan langsung saja aku masukkan motorku pada tempat parkir sekolah, dan dengan setianya Adel mengikuti aku bahkan dia pegang tasku juga dia rangkul dalam peluknya dengan erat.

Sambil menuju kelas aku berkata ” Gimana kalau aku yang menjadi tas ya…. kelihatanya enak tuh… ” Adel melempar tasku sambil manyun dan aku suka wajahnya ketika dia melakukan hal itu, membuat aku begitu gemas dan langsung saja aku kejar Adel yang berlarian kecil sehingga semua mata menatap cemburu melihat kedekatan kami yang semakin hari semakin mesra.

Selama jam pelajaran berlangsung aku sering mencuri pandang pada Adel, begitupun dengan dia yang juga membalas tatapanku dengan senyuman penuh arti. Aku jadi teringat kejadian kemaren kalau saja kakaknya tidak datang mungkin kami akan melakukan hubungan intim layaknya dalam cerita seks yang sering kami baca berdua, dan aku begitu kepingin melakukan hal itu.

Hingga akhirnya sampai juga waktunya istirahat, kamipun keluar bareng dan aku mengikuti langkah Adel yang mengajakku ke belakang sekolah. Dan dia menarik tanganku masuk dalam toilet sekolah begitu tidak ada orang melihat kami, tanpa basa basi lagi langsung saja aku memeluk dan mencium dia dengan memburu sedangkan Adel melepas kancing baju atasnya sehinga terlihat teteknya.

Lalu aku benamkan wajah pada tetek Adel ” Ooouuuggghhh…. ooouuuggghhh… aaaaaaggghhh… ” Adel mendesah menikmati kuluman bibirku pada teteknya, kemudian aku sibak rok Adel lalu aku coba memasukkan kontolku dalam posisi masih berdiri ” Ooouuuggghhh… aaaaggghhh… aaaaaaggggghh… Nikmat… sa..yang… ” Semakin cepat aku menhentakan kontolku saat itu.

Karena takut sampai ketahuan yang lain semakin cepat aku bergerak ” Ooouuuggghh… aaaaaaaghhh… yaccchhh… yaaaacccchh…. Aaagghhh… uuuugghh…. ” Desahan Adel tidak lagi aku mengerti dengan kaki mengangkang dan berpegangan pada tembok dia trus saja mendesah sambil menjambak rambutku hingga terlihat semrawut, namun aku terus menggoyang pantatku.

Sampai akhirnya aku tidak lagi kuat menahan rasa nikmat dari adgan layaknya dalam cerita seks ini. Tiba-tiba kontolku bergerak dalam memek Adel ” Ooooouuugghh… Adel… a..ku… aaaaggghh… nggak.. tahan…. sa..yang… aaagggggghhh…. aaaggghhh… ” Semakin erat pelukan tangan Adel padaku dan tumpah sudah spermaku dalam memeknya saat itu juga aku rasa sperma itu meleleh kembali.Klik Sini Untuk Taruhan Judi Online

Pada paha Adel yang saat itu memang dalam keadaan posisi berdiri, akupun mencabut kontolku yang tidak lagi bertenaga lagi. Kemudian aku merapikan pakaian seragamku sedangkan Adel terlihat masih membersihkan memek dan pahanya lalu diapun merapikan pakaian juga. Setelah itu aku keluar dulu dari dalam toilet kemudian selang beberapa menit baru Adel setelah aku beri tanda kalau sudah tidak ada orang di luar.

Wednesday, May 9, 2018

Cerita Dewasa - Ternyata Calon Istriku Tidak Perawan Lagi

Cerita Dewasa - Ternyata Calon Istriku Tidak Perawan Lagi

Namaku Bayu Pratama dan biasa di panggil Bayu, kini aku bekerja sebagai menajer marketing di sebuah perusahaan swasta. Dan di usia yang sudah menginjak angka 30 tahun aku belum menikah juga, tapi kali ini aku sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang masih muda di bawah usiaku Intan namanya, dia seorang mahasiswa dan masih berusia 21 tahun

http://astonwin.org/
Cerita Dewasa - Hubungan kami berjalan sudah hampir satu tahun atau lebih tepatnya sembilan bulan sudah aku berhubungan dengannya. Selama ini Intan begitu baik padaku dan juga pada keluargaku karena aku sudah memperkenalkan dia dengan keluargaku, karena dalam hati aku sudah mantap untuk menikahi Intan kelak.Aku lihat dia begitu baik dan juga penyayang dan wanita seperti itu yang memang aku cari.

Selama ini aku selalu menjaga diri untuk tidak terjun kedunia bebas yang biasa di lakukan oleh para anak muda sekarang. Meskipun aku beberapa kali menjalin hubungan dengan cewek sebelum Intan tapi aku belum pernah melakukan adegan seperti dalam cerita ngentot, yang ada aku ahnya menciumnya dengan mesra tanpa harus melakukan hal seperti yang biasa di lakukan anak muda sekarang.Klik Sini Nonton Filmsemi

Akupun yakin kalau Intan juga belum pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita ngentot tersebut. Karena dari yang aku lihat dia jarang seklai nongrong jika tidak ada gunannya dan Intan sering kali hanya di rumahnya saja, dan aku sering membanggakan dia bahkan aku jadikan contoh pada dik perempuanku Lita yang kini mulai beranjak dewasa memasuki kelas 3 SMU.

Intan sering main ke rumah karena itu dia dekat dengan semuanya. Apalagi mamaku yang memang menyanginya dan menganggapnya sebagai anak sendiri, dan diapun bebas masuk dalam rumahku dan juga kamarku tapi tetap saja aku tidak menggunakan hal itu untuk berbuat mesum seperti dalam cerita ngentot. Paling tidak aku hanya menggodanya dan melabuhkan ciumanku padanya.

Entah kenapa aku begitu menyayangi Intan begitu besarnya, dan diapun tahu akan hal itu. Intan membalas cintaku dengan perhatian lebihnya mirip sekali dengan istriku saja karena itu mamaku menyarankan agar aku cepat-cepat menikahinya saja, tapi aku ingin semuanya lengkap sebelum aku memutuskan untuk menikahinya karena aku ingin bertanggung jawab penuh untuk calon istriku.

Hingga pada suatu hari kami pergi berdua ke rumah salah satu temanku yang melangsungkan pernikahan. Akupun mengajak Intan meskipun itu di luar kota, ketika aku meminta izin untuk membawa Intan ke rumah temanku itu, orang tua Intan memberikan izinnya mungkin karena mereka tahu siapa aku. Mama Intan pernah bilang kalau dia tenang jika Intan jalan bersamaku.

Akupun harus memegang kepercayaan orang tua Intan tersebut. Setelah pesta usai kami berdua langsung pamit untuk segera pulang meskipun perjalanan harus mencapai tiga sampai empat jam. Dengan mengemudikan mobil sendiri akupun membawa Intan pulang tapi dalam perjalanan juhan turun dengan lebatnya bahkan aku sempat melihat pohon besar tumbang pas berada di depanku.

Karena itu akupun memutuskan untuk menginap atau hanya sekedar beristirahat di dalam hotel saja. Ketika aku akan memesan dua kamar Intan tidak mau dengan alasan hanya sebentar juga dan akupun mengikuti sarannya. Tapi begitu masuk dalam kamar hotel, awalnya kam,i hanya duduk di pinggir tempat tidur tapi karena tidak kuat menahan lelah juga akupun berbaring di sana.Klik Sini Nonton Bioskop Online

Ketika aku melihat Intan duduk termagu akupun mengajaknya untuk rebahan saja di sisiku. Sampai akhirnya kami berdua sudah sama-sama berciuman sambil berdekapan erat, dan ketika tubuh kami berdua sudah terbakar oleh nafsu kamipun terus melakukan aksi dengan melumat bibir sampai akhirnya tanganku meraba buah dada Intan dan aku dengar ketika dia menjerit kecil.

Aku sempat mundur tapi melihat wajah Intan yang sudah memejamkan matanya kembali aku melumat dan terus mengulum bibirnya ” Aaaaaaaggghhhh…… aaaaaggggghhh… aaaaaagggghh… sa.. yang… aaagaggggghhh.. ” Dia membelai rambutku dan akupun semakin liar memainkan lidahku pada teteknya yang kini dapat aku buka bajunya dan terlihat tetek Intan yang sedari tadi menantang untuk aku pegang.

Aku masih sempat berpikir kalau hal ini tidak boleh aku lakukan tapi terbesit juga dalam hatiku kalau aku juga akan menikahinya juga. Dengan lembut aku tarik tubuhnya semakin erat dalam dekapanku, lalu daratkan bibirku untuk menciumnya ” Oooouuggghh…. ooouuuggghhh….. aaaaggggghghhh… aaaaggghhhh… sa.. yang…. aaaaagghhh.. ” Desah Intan membangkitkan gairahku.

Saat itulah aku lepas pakaianku dan juga baju yang membalutnya. Setelah kami sudah sama-sama telanjang saat itulah aku memasukkan kontolku setelah aku lebarkan paha Intan terlebih dahulu tapi aku yang berpikir akan menemukan kesulitan. Sama sekali tidak karena kontolku dapat langsung menerobos memek Intan dengan mudahnya ketika aku goyangpun terasa longgar.

Meskipun aku baru pertama kali melakukan adegan layaknya dalam cerita ngentot ini, tapi aku tahu kalau Intan bukan kali pertama melakukan hal ini. Terbesit rasa kecewa dalam hatiku tapi aku tetap menggoyang pantatku dan Intan begitu lihai mendesah menikmatinya “OOougggghhh… oooouuugggghh….. aaaaaaggggghhh… aaaaaagggghh…. aaaaaaagggghhh… aaaagggghhh.. ” Desahnya.

saat itu juga aku semakin mantap menggoyang pantatku dan kembali Intan mendesah panjang ” Ooouuuggghhh… ooouuugggghhh… aaaaaggghhh… aaaaaaggghhh… sa.. yang… nik… mat… sa.. yang….. aaaaagggghhh… ” Dia memejamkan mata menikmati setiap goyangan pantatku dan akupun berusaha juga untuk segera mencapai puncak klimaks ini segera aku bergerak cepat di atas tubuh Intan.Klik Sini Untuk Taruhan Judi Online
Dia terus menggelinjang sambil terus mengerang dalam kenikmatan ” Ooouuuggghhh… ooouuuggghhhh… oooouugghh.. sa….. yang…… aaaaggghhh… ” Rupanya Intan sudah horny beberapa kali aku rasakan memeknya sudah begitu basah, karena itu aku terus saja mempercepat goyangan pantatku dan crooot crrroooot muncrat sudah spermaku dalam memek Intan.

Dia terlihat puas dengan senyum yang mengembang di wajahnya, sedangkan aku bukannya tambah cinta tapi ada rasa kecewa yang begitu besar dalam hatiku. Tapi aku tidak tahu harus melakukan apa sekarang karena aku yakin kalau Intan sudah berbohong padaku. Aku pernah bilang padanya untuk mencari wanita yang belum tersentuh dan dia bilang kalau dia memang belum tersentuh tapi hal ini membuktikan kalau dia sudah tidak perawan lagi.

Tuesday, May 8, 2018

Cerita Dewasa - Papa Tiriku Memberiku Kenikmatan

Cerita Dewasa - Papa Tiriku Memberiku Kenikmatan

Perkenalkan, namaku Rista, umurku 24 tahun. Aku memiliki kehidupan seks yang cukup menarik. Temanku memberitahuku mengenai situs RumahSeks dan ketika aku pertama kali browse RumahSeks, aku langsung tertarik untuk ikut mencurahkan kisahku di situs ini. Semoga kisahku ini dapat menjadi salah satu bacaan yang menarik.

http://astonwin.org/


Cerita Dewasa - Kisah ini dimulai ketika aku merasakan seks-ku yang pertama dengan Papa tiriku ketika aku masih berumur 16 tahun. Pada saat umurku 3 tahun, Papa kandungku telah meninggal hingga ibu menikah lagi dengan Oom Herman ketika umurku 5 tahun. Jadi, selama 11 tahun aku telah menganggapnya sebagai Papa kandungku, toh aku juga tidak ingat lagi akan kehadiran Papa kandungku.

Namun, sejak kejadian ini aku tidak hanya menganggapnya sebagai Papa, tapi sekaligus juga sebagai pemuas nafsu birahiku. Begitupun Papa Herman yang menganggapku sebagai anak sekaligus budak seks-nya.

Untuk lebih memperjelasnya, aku memiliki tubuh yang cukup bagus dengan buah dada berukuran 34B. Kulitku putih bersih dengan rambut panjang sepunggung. Aku beberapa kali menonton dan membuka situs porno karena rasa penasaranku terhadap aktivitas seks yang sangat digemari di kalangan anak laki-laki.

Ketika menonton film-film porno itu, ada rasa ingin mencoba karena kulihat betapa nikmatnya wajah sang wanita yang disetubuhi. Aku pun sering membayangkan bahwa yang ada di film itu adalah aku dan pria idamanku, namun ironisnya aku kehilangan keperawanan bukanlah dengan pria idamanku. Beginilah cerita awalnya..

Pada suatu Minggu pagi, Ibuku tidak ada di rumah hampir sepanjang hari karena harus menunggui kakaknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Jadi, aku tinggal di rumah sendiri. Ketika aku berjalan ke ruang makan untuk makan pagi, aku hanya melihat Papa seorang diri sedang menyantap nasi goreng.

“Pa, Mama mana? Kok gak ada?” tanyaku sambil mengucek mataku yang masih mengantuk.

Pada saat itu Papaku tidak langsung menjawab, Ia tercengang untuk beberapa saat dan menatapku dengan pandangan tajam. Ketika kusadari, ternyata pada saat itu aku mengenakan daster putih tipis pendek yang tembus pandang hingga memamerkan lekuk tubuhku. Puting susuku terpampang jelas karena aku tidak memakai bra. Kurasakan mukaku memerah dan spontan aku menutupi dadaku.

“Ehem.. Ris, Mama pergi sejak jam 4 subuh. Tante Nirma mendadak koma,” kata Papa segera setelah sadar dari kagetnya.
“Apa?! Tan.. Tante koma?” ujarku terbata-bata.
“Iya, Ris. Papa tahu kamu kaget. Nanti kita jenguk jam 12 ya?”

Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Tante Nirma adalah tante favoritku. Ia sangat baik terhadap Ibu dan aku. Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk diriku.

“Tenang Ris, masih ada harapan kok,” hiburnya sambil mengelus rambutku.

Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Papa mengelus-elus punggungku ketika aku menangis, namun nafas Papaku terdengar berat dan kurasakan penisnya yang membesar menekan perutku. Aku segera melepaskan pelukanku namun Papa menahannya.

“Pa, lepaskan aku!” jeritku ketakutan.
“Tidak bisa, Rista sayang.. Salahmu sendiri menggoda Papa dengan baju tipismu itu,” ujar Papa, kemudian tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas.

“Pa, jangan.. Rista gak mau, Pa!” isakku sambil memberontak, namun tenaga Papa jauh lebih kuat daripadaku, tak ada gunanya aku melawan juga.Klik Sini Nonton Filmsemi
“Kamu diam saja, sayang.. Enak kok.. Nanti pasti kamu ketagihan,” bisik Papa sambil terengah-engah, setelah itu tangan Papa mulai menyusup ke dalam celana dalamku dan meremas kembali pantatku dari dalam.

Aku berkali-kali melawan, namun tak berdaya karena perbedaan tenaga kami. Kemudian, Papa mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih lubang vaginaku.

“Ohh.. Pa.. Ja.. Jangan,” rintihku.

Namun, kurasakan birahiku mulai naik, bahkan lebih daripada ketika aku menonton film porno di kamarku diam-diam. Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang vaginaku yang mulai basah. Nafasku juga mulai cepat dan berat. Melihat reaksiku yang mulai pasrah dan terbawa nafsu, Papa melanjutkan aksinya.

Ia membawaku ke sofa ruang tamu dan mendudukkan diriku di pangkuannya dengan posisiku memunggunginya. Tak lupa pula ia membuka celana dalamku dengan kasar. Tangannya dengan kasar membuka lebar-lebar pahaku sehingga vaginaku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya. Sebelum sempat melawan, dengan sigap tangannya kembali meraih vaginaku dan meremasnya.

“Ris, memek kamu seksi banget.. Nanti Papa sodok ya..” bisik Papaku di telingaku dan menjilatinya ketika tangannya mulai bermain di klitorisku.Klik Sini Nonton Bioskop Online
Birahiku sudah tak tertahankan lagi hingga aku pun pasrah terhadap perlakuan Papaku ini. Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Papa terlihat mencari-cari titik rawan di klitorisku dengan cara menekan-nekan klitorisku dari atas ke bawah. Ketika akhirnya sampai di titik tertentu, aku meracau tak karuan.

“Ahh.. Shh.. Paa..” desahku bernafsu.
“Ris, Papa suka banget sama kamu..” balas Papa sambil mencium pipiku.

Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan titik rawan itu dengan berirama. Rasanya bagaikan melayang dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15 menit kemudian, aku mendapat orgasmeku yang pertama.

“Paa.. Rista pengen pipiss..” desahku tak tahan menahan sesuatu yang ingin meledak di dalam diriku, tanganku meremas tangan Papa yang sedang bermain di klitorisku dengan bernafsu.

Di luar perkiraanku, Papa malah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku. Kurasakan jilatan lidah di bibir vaginaku, rasa menggelitik yang luar biasa menyerang tubuhku. Jilatan itu menjalar ke klitoris dan membuat vaginaku membanjir.

Di sela jilatan-jilatan Papa yang maut, kurasakan gigitan lembut di klitorisku yang kian merangsang hasrat seks-ku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh papaku untuk terus dan tak berhenti.

Melihat reaksiku, Papa semakin berani dan menggesekan jarinya di liang vaginaku yang sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, aku pun mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian.

Vaginaku mengeluarkan cairan deras bening yang sebelumnya belum pernah kulihat. Papa tampak senang melihatku mengalami orgasme yang pertama. Setelah sensasi nikmat itu surut, kurasakan tubuhku lelah tak berdaya bagai tak bertulang. Papa membopongku ke kamarnya dan menidurkanku di kasur.

Papa memelukku dengan lembut. Kami tidak berkata apa-apa. Papa kemudian membuka dasterku, kemudian Papa tampak semakin bernafsu ketika melihat payudaraku yang berukuran cukup besar.

Hasratku sudah menurun dan rasa malu mulai menyergapku hingga aku segera menutupi payudara dan vaginaku dengan kedua tangan, namun Papa malah menyingkirkan tanganku dengan kasar. Lelah masih terasa karena orgasme tadi sehingga aku tidak mampu melawan.

“Pa.. Jangan, Pa. Sudah cukup.. Rista takut..” isakku mulai menitikkan air mata. Melihat reaksiku, Papa malah semakin bernafsu.
“Rista sayang. Papa entot kamu ya.. Oh, Rista. Memekmu pasti nikmat. Sini Papa entotin ya, sayang..” rayu Papa dengan nafas memburu karena nafsu.

Dengan semangat 45, Papa meremas payudaraku dengan sangat keras. Pertama-tama, aku berteriak kesakitan namun Papa tak mempedulikan teriakan minta ampunku, malah tampak dia semakin bernafsu untuk menyetubuhiku. Jari-jarinya dengan terampil memilin putingku diselingi dengan cubitan keras sehingga lama kelamaan teriakanku berubah menjadi jeritan nikmat.

Libidoku mulai naik lagi dan vaginaku mulai basah. Puting susuku yang berwarna merah muda sekarang berwarna merah tua karena cubitan-cubitan kerasnya, begitu pula dengan payudara putihku yang berubah menjadi kemerahan.Klik Sini Untuk Taruhan Judi Online
“Ahh.. Ahh.. Ukhh.. Paa..” racauku tak karuan.

Merasa puas melihat reaksiku, Papa membuka semua bajunya dan betapa terkejutnya aku melihat penis papaku yang berukuran besar. Dengan lihainya, Papa segera menggesekkan kepala penisnya yang kemerahan ke lubang vaginaku yang sudah basah. Aku merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidah Papa di vaginaku sebelumnya hingga kutanggapi sensasi luar biasa itu dengan rintihanan keras kenikmatan.

“Ahh! Papaa.. Ohh.. Entotin Rista, paa..” racauku. Sudah hilang kesadaran akan harga diriku.

Melihat lampu hijau dariku, Papa segera menjalankan aksinya. Dengan perlahan ia memasukkan kepala penisnya ke dalam liang vaginaku, namun terhalang oleh selaput daraku. Papa tampak kesulitan menembus selaput daraku.

Akhirnya dengan satu sodokan keras, vaginaku berhasil ditembus untuk pertama kalinya. Rasa sakit luar biasa terasa di vaginaku. Papa dengan tanpa perasaan segera menyodok-nyodok penisnya dengan kuat dan keras di vaginaku yang masih sempit.

Rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat bagaikan melayang di surga. Papa mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya vaginaku. Penis Papa yang panjang dan besar terasa menyodok dinding rahimku hingga membuatku orgasme untuk kedua kalinya.

Papa tampak masih bernafsu menggenjot vaginaku. Kemudian Papa membalikkan badanku yang telah lemas dan menusukkan penisnya ke dalam vaginaku lewat belakang. Ternyata posisi ini lebih nikmat karena terasa lebih menggosok dinding vaginaku yang masih sensitif.

“Oh Rista.. Memekmu bagaikan sorga, Ris.. Nanti Papa entotin tiap hari yaa.. Ahh..”

Akhirnya setelah menggenjotku selama setengah jam, Papa mendapatkan orgasmenya yang luar biasa. Spermanya terasa dengan kuat menyemprot dinding vaginaku. Papa menjerit-jerit nikmat dan badannya mengejang-ngejang. Tangannya dengan kuat meremas payudaraku dan menarik-narik putingku.

Setelah orgasmenya, Papa berbaring di sebelahku dan menjilati puting susuku. Putingku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Tampaknya Papa ingin membuatku orgasme lagi.

Tangannya kembali menjelajahi vaginaku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam liang vaginaku. Papa menekang-nekan dinding vaginaku yang masih rapat. Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan Papa tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus. Wow! Rasanya ajaib sekali! Terasa seperti ingin pipis, namun nikmatnya tak tertahankan. Ternyata itulah G-Spot.

Aku tidak bertahan lama dan akhirnya orgasme untuk ketiga kalinya. Badanku mengejang dan cairan orgasme kembali mengalir dengan deras bercampur darah keperawananku. Akhirnya, kami menyudahi permainan seks kami yang perdana dan mandi. Baru setelah itu, kami pergi ke rumah sakit.

Sejak kejadian itu, kami menjadi sering melakukan hubungan seks dan mencari-cari kesempatan untuk melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain. Bahkan aku pernah membolos sekolah karena pada saat itu Papa sedang naik libidonya.

Akhirnya kami memesan hotel dan sama-sama membolos, aku dari sekolah dan Papa dari kantornya. Papa juga mengajariku berbagai posisi dan bagaimana cara mengulum penis dengan benar (blow-job). Ilmu seks yang Papa berikan akhirnya membuatku dicintai oleh beberapa lelaki lain karena serviceku yang memuaskan.

Itulah pengalaman seks-ku yang pertama kalinya dan tak akan kulupakan seumur hidup. Terima kasih, Papa!

Monday, May 7, 2018

Cerita Dewasa - Nikmati Tubuh 3 ABG Mesum di Warnet

Cerita Dewasa - Nikmati Tubuh 3 ABG Mesum di Warnet

Kisah nyata !! utulah sedikit yang menceritakan tentang hal ini, aku dulu yang sebagai operator warnet akan menceritakan pertemuan ku dengan 3 ABG cantik dan melakukan sex dengannya.. mari kita simak woyoo…

http://astonwin.org/
Cerita Dewasa - Sebelumnya saya akan memberitahu bahwa cerita ini terjadi sebelum saya mengenal lebih dalam soal internet. Hanya luarnya saja. Ketika itu saya masih kursus di sebuah lembaga sebut saja ITK (bukan universitas). Saat itu saya masih belum begitu kenal dengan internet, dan saya masih dalam taraf pemula dan baru sampai dalam soal hardware.

Sejak berkenalan dengan seorang teman di ITK saya mulai mengenal apa itu internet. Dan saya suka sekali pergi ke warnet dan hampir tiap hari saya berada di sana. Semakin lama saya suka sekali ber-chatting ria sampai suka lupa waktu dan pulang malam hari.

Pada hari sabtu, saya seperti biasa suka nongkrong di warnet mulai jam 18:00, dan saya langsung mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada saat itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin.Klik Sini Nonton Filmsemi

Pada saat saya membeli minuman (di dalam warnet), saya melihat dua orang gadis yg memasuki warnet. Mereka terlihat basah kuyup karena kehujanan, dan ketika itu mereka mengenakan kaos warna putih dan biru (cewek yg satunya), dan celana pendek. Dari balik kaos putih basah itu saya bisa melihat sebuah BH warna merah muda, juga sepasang payudara montok agak besar.
Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Semakin lama saya lihat saya tidak bisa konsentrasi, mungkin karena cara duduk mereka yg hanya mengenakan celana pendek itu, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang buah dada dalam BH yg tercetak jelas akibat baju yg basah.

Pada jam 20:00, listrik di warnet itu padam. Para penjaga warnet terlihat sibuk memberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta agar netter sabar. Tetapi 30 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netter merasa tidak sabar dan pulang. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor.

Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. Mereka hanya bisa duduk di sofa yg disediakan pihak warnet (sofa yg digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yg terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang.

Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yg masuk dari lubang angin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka enak juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Fira (baju putih) dan Rara (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yg masuk ke dalam sambil tergesa-gesa.
Dari para penjaga yg saya kenal, cewek tadi adalah pemilik warnet. Saya agak terkejut karena pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, cantik dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang karena listrik tidak akan nyala sampai besok pagi.
Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami.

“Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya..” kata cewek yg punya nama Silla ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door.
“Saya bantu Mbak,” kataku.
“Oh, nggak usah repot-repot..” jawabnya. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh. Setelah selesai aku menyisakan satu pintu kecil agar kalau hujan reda aku bisa lihat.
“Ditutup saja Dik, dingin di sini..” kata Silla, dan aku menutup pintu itu. Entah setan mana yg lewat di depanku, otak ini langsung berpikir apa yg akan terjadi jika ada tiga cewek dan satu pria dalam sebuah ruangan yg tertutup tanpa orang lain yg dapat melihat apa yg sedang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi sekarang ada empat orang yg tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara. Cerita Mesum
“Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju..” kata Silla.
Aku bertanya dengan nada menyelidik, “Mbak tinggal di sini ya?”
“Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya..” katanya.Klik Sini Nonton Bioskop Online

Kami bertiga mengikuti Mbak Silla ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu dipakai untuk warnet, lantai dua dipakai untuk gudang dan tempat istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Silla.
Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yg akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, setelah masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah mewah yg besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Silla bilang dia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook agar kami bertiga tidak bosan menunggu dia mandi.

Ternyata notebook itu tidak memiliki game yg bisa membuat kami senang. Tapi aku sempat melihat shortcut bertuliskan 17Thn (ketika itu masih 17tahun.zip), aku menduga ini adalah permainan, ketika kubuka ternyata isinya adalah cerita yg membuat adikku berdiri. Fira dan Rara pun agak malu melihat cerita-cerita itu.
Tapi yg membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Aku pun hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Fira merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku. Rara pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku.

Sambil mereka melihat cerita yg lain, aku merasakan sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak bisa konsentrasi pada cerita itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Fira membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Rara membuka kaosnya dengan alasan kaosnya basah dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat tubuh mereka, sambil membetulkan posisi adik, aku mengatakan kalau hawanya memang panas dan aku membuka baju juga.

Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, aku semakin panas karena lenganku merasa ada dua benda kenyal yg menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga iman ini, aku menaruh notebook itu di meja di depanku dan aku menciumi Fira dengan nafsu yg sudah memuncak, Fira pun tak mau kalah sama seranganku, dia membalas dengan liar.
Sedangkan Rara sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Rara dan mulai meremas buah dada yg masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di tubuh Fira dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Rara mulai membuka celanaku dan menghisap k0ntol yg sudah tegang itu.

“Ouhh.. mmhh.. yahh..” aku mulai menikmati jilatan Rara pada kepala k0ntolku. Fira pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Silla keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, dia menarik meja di depanku supaya ada cukup tempat untuk bermain.
Silla berlutut sambil membuka celana Fira. Setelah celana Fira lepas, dia mulai menghisap M3mek Fira.
“Ooohh.. Ssshh.. ahh..” Fira mendesah. Tak lama kemudian Fira membalikkan tubuhnya dan sekarang posisi Silla dan Fira menjadi “69”.
Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Rara dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka aku langsung menghisap M3mek yg sedang merah itu. “Auuhh.. Ooohh.. Sayg..” desahan Rara semakin membuatku bernafsu.
Dengan segera aku mengarahkan k0ntolku ke M3mek Rara, dan mulai menusukkan secara perlahan. Rara merasa kesakitan dan mendorong dadaku, aku menghentikan k0ntolku yg baru masuk kepalanya itu.Klik Sini Untuk Taruhan Judi Online

Selang agak lama Rara mulai menarik pinggangku agar memasukkan k0ntol ke M3meknya, setelah masuk semua aku menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan. “Ahh.. ayo Sayg.. ohh.. cepat..” Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Fira dan Silla saling menggesek-gesekkan M3mek mereka. Cerita Ngentot
“Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh..” desahan Rara berubah menjadi teriakan histeris penuh nafsu.

Tak lama kemudian Rara mencapai orgasme, tapi aku terus menusukkan k0ntol ke arah M3mek Rara. “Gantian donk, aku juga pingin nih..” kata Fira sambil menciumi bibir Rara. Aku pun menarik k0ntolku dan mengarahkan ke M3mek Fira setelah dia telentang.
Ketika k0ntolku masuk, M3meknya terasa licin sekali dan mudah sekali untuk masuk, rupanya dia telah mengalami orgasme bersama Silla. Tampaklah Rara dan Silla tertidur di lantai sambil berpelukan.

Sedangkan aku terus menggenjot tubuh Fira sampai akhirnya Fira sudah mencapai puncak dan aku merasakan akan ada sesuatu yg akan keluar. “Aahh..” suara yg keluar dari mulutku dan Fira. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya.

Demikian cerita ini apa adanya cerita ini dibuat untuk kalian yang suka Cerita Mesum di Warnet dengan ABG Binal seksi. woyoo..

Cerita Dewasa - Gadis Berjilbab 17 Tahun

Cerita Dewasa - Gadis Berjilbab 17 Tahun

Aku mempunyai saudara yang sangat seksi dengan payudara montok sekali dan mereka baru saja berumur 17 Tahun. ini ceritaku dengan saudara ku yang binal.sebentar lagi 17 tahun” “Oooh…udah gede-gede ya” kataku sambil melirik payudara Dina, uh penisku perlahan lahan mengeras, membayangkan bisa meremas2 empat buah payudara dibalik jilbab gadis gadis ini. “ya iyalah om, kan udah sma” jawab Dita yang tak sadar apa sebenarnya yang aku maksud.

http://astonwin.org/


Cerita Dewasa - ikeh-ikeh..“kalian nggak pulang, udah sore begini masak gadis2 cantik seperti kalian masi blum pulang” “om bisa aja ah, masi mau minum2 dulu om bentar lagi juga pulang” jawab Dina sambil ngobrol kuperhatikan kedua gadis ini, walaupun kembar namun aku mulai bisa membedakan antara Dina dengan Dita.

Dina yang berusia lebih tua beberapa menit dari Dita ini memiliki buah dada yang sedikit lebih besar dariadiknya.selebihnya tak ada perbedaan. “ ah seandainya bisa kutelanjangi kedua gadis berjilbab ini, apa mungkin rasa jepitan Vagina 2 orang saudara kembar berbeda yah” kataku dalam hati yang sudah penuh nafsu. “Kalian udah punya pacar belum ??” tanyaku.

“Dina udah tuh om, nama pacarnya andi, hihi…” “Iiih….apaan sih git, dia tuh cuma temen deket aja juga…” katanya malu kulihat ada yang aneh dengan kedua remaja berjilbab ini. Mengapa sepertinya sangat mudah akrab dengan orang yang belum dikenal seperti aku. Aku mulai berpikir sepertinya dua gadis ini bisa kupakai malam ini.

Akupun mulai mengeluarkan jurus mautku. “Kalian udah pernah pacaran kan ?” “Iya udah Om…tapi ya gitu deh namanya juga anak sma.” jawab Dita

“Umm tapi maaf nih yah, kalian udah pernah begitu belum ??” tanyaku sambil tersenyum nakal. Dina sedikit kaget “begitu gimana om??” “umm begini.. kayak ciuman pelukan, dan main2 itu sama pacar kalian belum” Sejenak mereka kaget dengan pertanyaanku lalu Dita balas menjawab

“Iiiih…om apaan sih…kok nanyanya begituan” “Ya kan om mau tau ??” Mereka terdiam sejenak kemudian saling berbisik. “Emang bener om mau tau ???” tanya Dina menggoda. “ya iya dong dik Dina yang cantik” kataku sambil mengedipkan mata sepertinya mereka sadar maksud gerak gerikku, lalu dengan tersenyum nakal Dita menjawab.Klik Sini Nonton Filmsemi
“om, kalau mau kita bisa jalan2 sama om tapi kaloo…

” Dita berhenti berbicara lalu mengambil handponnya dan mengetik lalu memberikan handponnya padaku. Astaga pikirku, inilah saatnya. Saat yang dari tadi kunantikan. Dita ternyata meminta sejumlah uang dan persyaratan. Kesempatan ini tak boleh kulewatkan. Akupun tersenyum lebar dan jantungku semakin berdegup kencang.

Tiba2 aku tersadar suatu hal “eh maaf yah Dina, Dita, kalo kalian mau nemenin om kok kenapa kalian memakai jilbab” “oh ini, ini kan ketentuan wajib disekolah harus pakai jilbab om” jawab Dina oh aku baru menyadari segala sesuatunya, kenapa menjelang malam hari kerja kedua gadis berjibab ini masi dipusat perbelanjaaan, kenapa mereka memakai barang2 mahal, kenapa mereka mudah sekali untuk diajak ngobrol sampai ke hal2 yang nakal.

“ok kalo gitu yuk kita pergi, om ke atm dulu ngambil uang saku untuk gadis2nya om” kataku sambil mengedipkan mata yang dijawab dengan sedikit tawa dan tatapan nakal.

Sekitar jam 6 sore, aku ersama kedua gadis berjilbab ini keluar dari mall dan menuju sebuah atm dibasement mall tersebut. Ternyata basement tersebut agak sepi, hanya berisi mobil2 dan beberapa supir, tukang parkir dan satpam yang sempat memandangku iri, karena aku yang asyik bercanda dengan kedua gadis berjiblab ini.

Atm tersebut ternyata cukup tertutup, dengan ruangan yang cukup besar. Akupun mulai mengakses mesin tersebut sambil berbincang2 dengan kedua gadis berjilbab ini. Sambil memencet tombol2 aku lirik keadaan diluar, tampaknya posisiku cukup tertutup dan tak ada orang yang melihat, ah aku yang sudah tak tahan dari tadi mulai melancarkan aksiku.

Kedua gadis berjilbab ini berdiri dikanan kiriku, sambil menunggu mesin atm bekerja, aku tarik kedua tanganku kebelakang lalu meremas2 kedua buah pantat Dina dan Dita yang kenyal itu. “ iihh om nakal, masi dibasement juga” jawab Dita dan sebuah cubitan kecil dipinggangku oleh Dina.

“Iya deh iya deh om nggak nakal” jawabku sambil menarik tanganku dari pantat kedua gadis ini, lalu kurangkul pinggang kedua gadis berjilbab ini dan menarik mereka kearah tubuhku, uhhhh payudara payudara dibalik jilbab kedua gadis berjilbab ini sungguh sama kenyal dan nikmatnya.

“ihhh si om ini nakal banget sih” kata mereka dengan senyum manja. Lalu tanganku mulai meraba naik kepunggungnya lalu bergeser masuk keketiak mereka menyelusup kebelakang jilbab mengikuti alur bh mereka dan menggenggam payudara payudara gadis gadis ini yang tidak bersentuhan dengan dadaku.” iiiiihh si ooomm daritadi bandel banget sihhh” kata Dina sambil kedua gadis ini mencoba melepaskan diri dari genggaman tanganku pada buah dada mereka.

“duh Dina Dita, jangan begitu dong, ini uangnya” kataku ketika tiba2 mesin atm tersebut mengeluarkan uang beberapa juta rupiah” akupun mengambil uang tersebut lalu memperlihatkan uang tersebut kepada mereka, tampaknya kali ini mereka luluh dan mata mereka tampak berbinar2 melihat uang yang cukup banyak tersebut dan mulai tersenyum genit.

Akupun dengan nakalnya menyampirkan jilbab Dina dan Dita kepundaknya lalu membuka 3 buah kancing paling, dan kulihat yang daritadi membuat penisku sangat keras, empat buah payudara gadis smu yang sangat menggemaskan terbungkus bra yang sangat sexy dengan jilbab yang menutupi kepala mereka, akupun menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu rupiah kedalam bra mereka sambil merasakan kenyalnya payudara mereka lalu aku lanjutkan dengan meremas2 payudara montok kedua gadis ini.

“uhhhh, dada Dina lebih besar sedikit tapi sama nikmatnya dan sama cantiknya dengan Dita, om udah bener bener nggak kuat nih, ini uangnya dp dulu yah nanti kalo udah selese nemenin om semua uang ini boleh kalian miliki” kataku dengan penuh nafsu.

Dita dan Dinapun hanya tersenyum genit sambil keenakan menikmati remasan demi remasan dan plintiran pada payudara dan putting mereka. Tanpa disadari ada orang mengetuk pintu atm. Kami bertigapun kaget bukan kepalang, aku baru menyadari ada orang antri menunggu dari tadi.

Akupun segera menarik kedua tanganku dari payudara mereka, Dita dan Dinapun kaget luar biasa dan langsung mengancingkan kembali baju mereka dan menjulurkan jilbab mereka untuk menutupi buah dada montoknya. “ih om si, untung nggak dibuka pintunya kan malu om” kata Dita “iya deh maaf, tapi om udah nggak kuat nih, kita cari tempat yuk nanti disambung lagi deh ditempat om” kataku “ih si om, kita cantik sih jadi om nggak kuat deh” kata Dina dan disambut tawa mereka cekikian.Klik Sini Nonton Bioskop Online

“yaudah, yuk, eh ayo gandeng tangan om dong” bisikku manja kekeduanya kamipun keluar dari kotak atm yang sudah ditunggu 3 orang yang mengantri dari tadi.mereka tampak kesal namun agak kaget ketika melihat seorang lelaki digandeng dua orang gadis smu kembar yang masih segar dan berjilbab.

Ah biarin ajah, emang gua pikirin, akupun menarik kedua daun muda yang sungguh menggemaskan ini kesudut lapangan parkir tempat mobilku berada yang jauh dari tempat tunggu supir dan satpam. Sambil berjalan kedua lengan atasku merasakan lembutnya bagian luar buah dada Dina dan Dita yang terus bersenggolan dengan tanganku yang mereka rangkul.

Aduh sungguh nikmat rasanya, batang penisku semakin tak kuat ingin segera menikmati kedua gadis kembar ini. Gedung parkir di mall ini hanya setengah mobil kebawah yang tertutupi tembok, selebihnya hanya ditutupi oleh kawat2 besi sehingga walaupun gelap namun samar2 bisa terlihat dari luar gedung parkir.

Ide gilapun muncul dikepalaku aku akan menikmati kedua gadis berjilbab ini ditempat terbuka sebelum nanti kutelanjangi, kumandikan dan kusabuni setiap inci tubuh mereka dirumahku nanti. Setelah sampai disudut tempat mobilku diparkir akupun mendorong perlahan kedua gadis berjilbab ini hingga bersandar ditembok dengan kedua tanganku menekan sebuah payudara Dina dan Dita.

“Dina, Dita, kita main disini dulu yuk, kan gelap nggak ada orang, om udah nggak tahan nih, nanti uang jajannya om tambah deh, tapi nanti malem main kerumah om dulu kita main2 lagi, besok pagi baru om anter kesekolah, gimana?”

Dita dan Dina hanya berpandangan lalu salah satunya mengangguk, “boleh om tapi ati2 yah kalo ada orang, kan malu om diliatin orang” akupun tersenyum dan tanpa basa basi langsung kusampirkan jilbab Dina dan Dita, langsung kubuka kancing2 bajunya dan kubuka seragam sekolah mereka, dan langsung kulepas bra mereka, kulemparkan bra mereka kejok belakang mobilku lalu kupakaikan kembali baju seragam mereka tanpa kukancingi lagi, sungguh indah tubuh saudara kembar ini.

Dengan jilbab putih yang masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat buah putting berwarna coklat yang kecil sungguh indah sekali, akupun tak mampu menahan nafsuku, segera kumainkan empat buah payudara gadis kembar ini bergantian, dari remasan, plintiran pada puting2 payudara mereka hingga hisapan hisapan dan giDitan2 kecil membuat mereka menggelinjang mendesah menikmati permainanku.

Lalu kuhentikan permainanku, kuperintahkan kedua gadis ini untuk mengangkat kedua roknya perlahan. Pelan2 kulihat kaki mungil mereka yang dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup betis mereka, lutut, dan aww, paha paha yang putih dan mulus lalu kemaluan yang masih tertutup celana dalam putih yang tipis. Aku sungguh tak kuat, langsung kutarik turun celana dalam mereka dan kupandangi Vagina Dina dan Dita yang kecil karena umur mereka yang masih 16 tahun. Kuambil celana dalam mereka dan kulemparkan ke jok belakang mobil. Lalu kututup pintu mobilku.

“lho om kok kita nggak dimobil om ajah, kan takut ada yang ngeliat om” kata Dita khawatir dengan keadaanya yang berjilbab namun baju seragam yang terbuka yang memperlihatkan dua buah payudaranya yang menggantung sambil mengangkat rok sampai pinggang yang memperlihatkan Vaginanya.

“Nggak papa Dina, nanti kamu tau, jauh lebih nikmat rasanya kalo ditempat begini lho” kataku sambil menarik kedua gadis itu dan kusuruh duduk dikap depan mobilku yang posisinya didinding lapangan parkir, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan tampak dari luar samar2.

“iii om malu” jawab Dita sambil duduk dan menutup rok dan bajunya sambil melipat tangan didadanya. Tampak didepanku dua orang gadis kembar berjilbab yang siap kunikmati beberapa saat lagi, disebuah gedung parkir, dan gilanya lagi walaupun agak gelap tapi pasti secara samar2 terlihat dari jalan raya diluar gedung. Tanpa memperdulikan ucapan Dita akupun menarik kepala kedua gadis berjilbab ini dan mencium bibir merkea bersamaan, ah nikmat rasanya saat mencium mereka bersamaan.

Tampaknya mereka menyukainya, lalu tanpa basa basi kuangkat rok sekolah Dina dan kujilat2 Vaginanya, juga tangan kananku masuk kedalam rok diantara kaki Dita dan mengelitik Vagina dan klitorisnya sambil aku memuaskan kakaknya. Kedua gadis berjilbab ini hanya bisa menggelinjang dan mendesah pelan, perlahan nafsu mulai merasuki keduanya yang tampaknya sudah tak malu lagi dan mulai meremas remas payudara mereka sendiri.

Kurasakan cairan mulai membasahi Vagina kedua saudara kembar ini. Akupun semakin tak tahan, langsung kubuka celanaku dan mengeluarkan penisku dan kumasukkan kedalam Vagina Dina sambil terus mengaduk2 Vagina Dita dengan 3 buah jariku. Ahh penisku serasa dipijit2 didalam Vaginanya.

Walaupun sempit tapi ketika mulai kusodok pelan2 serasa tak ada yang menghalangi, ternyata Dina sudah tidak perawan lagi, begitujuga dengan Dita yang sedari tadi pasrah penuh kenikmatan dengan tiga buah jariku diVaginanya. Akupun dengan cepat memajumundurkan penisku didalam Vagina Dina bergantian dengan Dita.

Wajah mereka yang terbungkus jilbab sungguh tampak menggemaskan membuatku semakin bernafsu meremas2 payudara2 mereka.

Aku memerintahkan kedua saudara ini untuk menunduk dan bertumpu pada terali2 besi gedung parkir. Kuangkat rok panjang mereka dan kulipat dan kuselipkan dipinggang mereka, sehingga dengan bebasnya aku bisa melihat pantat, Vagina dan bagian kaki gadis gadis ini.

Mungkin karnea kedua gadis kembar ini belum orgasme mereka tampak mau melakukan apa saja asalkan terus kuaduk2 Vagina mereka. Mereka tak malu walaupun samar2 terlihat dari jalan raya didepan gedung parkir ini. Akupun semakin bernafsu dengan menyodokkan penisku kedalam Vagina Dita dan Dina bergantian dari belakang sambil kutarik jilbab mereka yang membuat mereka mendongak keatas sambil menikmati hentakan demi hentakan penisku dilubang Vagina mereka secara bergantian.

Tak lama kemudian Dina merintih2 “om oomm remes payudaraku yang keras, terus masukin penisnya cepetan sedikit aku udah nggak tahan mau keluar” akupun yang memang penuh nafsu segera menuruti permintaan Dina, kucengkram kedua payudaranya dari belakang, dan kupercepat hentakan penisku jauh lebih dalam kelubang Vaginanya.yang membuat Dina semakin menjerit2 kecil menikmatinya.

Tiba2 dari jauh kulihat seseorang haltebus yang mengarah kegedung parkir diseberang jalan tampaknya melihat adegan yang kulakukan, dan Dina walaupuan daritadi merem melek menikmati permainanku menyadari ada seseorang yang ikut menikmati tubuhnya dari jauh. “om ada orang tuh dihalte ngeliatin kita, tapi aku udah nggak kuat om dikit lagi mau keluaarr.

Ah biarin ajaaaahhh…” jawabnya yang tampak semakin bernafsu karena dilihat orang tersebut. Akupun semakin bernafsu mempertontonkan adegan mesra ini keorang tersebut yang semakin membuatku terpacu.tiba2 “ahhhh ahhhh ahhh” Dina merintih dan kurasakan Vaginanya mengeluarkan cairan yang sangat banyak dan akhirnya Dina terdiam lemas walaupun aku tetap memacu penisku keVaginanya.

Akupun menghentikan aksiku. “duh om udah nggak kuat, om lanjutin sama Dita aja yah..” katanya dengan tersenyum penuh kepuasan. “Iyah nggak papa sayang,tapi kamu disini aja ya temenin om main dengan adikmu ini” kataku sambil menjulurkan rok Dina sehingga menutupi bagian bawah tubuhnya lalu kubalikkan tubuhnya kucium mesra, dan kupandangi adiknya.

“ihh omm kan udah sama kak Dina tadi, aku dicuekin, daritadi udah nggak tahan om” katanya dengan cemberut nakal. Ternyata walaupun payudara Dita sedikit lebih kecil dari kakaknya, namun hasrat sexnya jauh melebihi kakaknya. “Dita juga mau om, ayo cepet tu orang dihalte depan lagi ngeliatin, Dita udah nggak tahann ayo omm cepettt” kata Dita memelas. Wah ternyata adiknya jauh lebih agresif dan maniak dari kakaknya.

Akupun langsung menancapkan penisku ke Vagina Dita dari belakang yang sudah memasang posisi menunduk dengan menumpukan tangannya pada jeruji besi didinding gedung parkir ini.sambil kugenjot Vaginanya, kuremas2 payudara kiri Dita dari belakang dengan tangan kiriku sementara tangan kananku kugunakan untuk memeluk Dina sambil mencium bibirnya dan meraba2 payudaranya.tak disangka Dita ternyata begitu exebisionis, dalam genjotanku dia melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada lelaki yang menatap aksi kita dari tadi.akupun tak peduli terus saja kupermainkan Vaginanya.

Tapi lama kelamaan aku bosan dengan posisi ini, kubalikkan tubuh Dita, dan kugendong lalu kududukkan ditepi kap depan mobil jeepku dan kusandarkan Dina berdiri disampingnya, akupun melanjutkan aksiku menancapkan penisku keVagina Dita sambil mencium dan menjilat jilat putting payudaranya bergantian dengan mencium bibir Dina kakaknya, sambil tangan kiriku meremas2 payudara Dina.

ohhh sungguh berlipat2 rasanya menikmati tubuh dua orang gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih namun 4 buah payudara mereka terbuka bebas dan sedang kujamah, sedangkan Vagina Dita sedang kunikmati dengan penisku dan Vagina Dina sesekali kuremas2 dari balik rok yang kuangkat keatas.

Tak lama kemudian, Ditapun mencapai titik puncaknya,dia menggelinjang dan mendongak keatas sambil memeluk kepalaku diantara dua buah payudaranya dengan erat dan tiba2 tiga kali kurasakan semprotan cairan didalam Vagina Dita bersamaan dengan semprotan spermaku didalamnya.. “aahahhchhhhh ommmm aku ahhhhh” jeritnya… Dinapun hanya tersenyum melihat ulah adiknya yang sedang dalam titik puncaknya.

Setelah beberapa saat kurapihkan pakaian kedua gadis kembar ini, kurapihkan rok mereka, lalu kukancingkan kembali baju mereka, kujulurkan lagi jilbab mereka menutupi payudara dan Vagina yang kini tak mengenakan bh dan celana dalam. “Yuk kita belanja, kita nonton juga yuk, nanti kita lanjut lagi dirumah om yah” kataku genit.Klik Sini Taruhan Judi Online

Dina dan Dita hanya tersipu malu. Lalu kedua gadis kembar ini kurangkul dan kuajak kedalam mall sambil dengan nakalnya kuraba payudara mereka yang kali ini dengan mudah kuplintir dari luar pakaian mereka putting yang menonjol dibalik bajunya, namun sengaja ditutupi jilbab mereka agar tak ketahuan, namun buah dada buah dada yang tak disanggah itu tampak lebih menggoda bergoyang goyang dibalik pakaian mereka walaupun sudah ditutupi jilbab, gesekan demi gesekan dan remasan tanganku dipayudara mereka sungguh nikmat, walaupun batang kemaluanku sudah lemas, tapi aku masih ingin menikmati tubuh gadis kembar berjilbab ini.

Kamipun masuk kedalam mall dan mulai jaga image, Dina dan Dita jalan disampingku dengan biasa2 saja agar tak terlalu menarik perhatian.. kamipun menuju bioskop dilantai atas dan membeli tiket film, tapi sebelum masuk ke bioskop, Dita mengajak kakaknya ketoilet untuk membersihkan sisa2 cairan Vagina dan spermaku yang masih membasahi Vagina nya.

Saturday, May 5, 2018

Cerita Dewasa - Kulabuhkan Cintaku Pada Astrid

Cerita Dewasa - Kulabuhkan Cintaku Pada Astrid

Hari gini masih menyandang predikat jomblo memang tidak lagi harus malu, karena sudah banyak yang menggunakan status jomblo dan single sebagai motifasi untuk lebih semangat lagi. Karena itu akupun lebih santai menjalani kesendirianku meskipun di depan teman-temanku yang sudah banyak memiliki pasangan, bahkan di depan mereka aku lebih happy di banding yang lain.

http://astonwin.org/
Cerita Dewasa - Karena tidak jarang mereka terkadang badmood jika sedang marahan dengan pasangannya. Namaku Edo dan aku biasa di panggil jomblo sejati, karena memang aku belum pernah berhubungan atau di kenal memiliki seorang pasangan. Namun aku tidak pernah sekalipun di anggap remeh oleh mereka, karena aku bukannya tidak pernah mendekati cewek manapun, yang ada aku selalu bersama para cewek itu.

Tapi tidak pernah sekalipun aku menganggap atau berkomitmen dengan mereka, yang ada aku hanya melakukan adegan layaknya dalam cerita seks. Dan mereka para cewek yang aku ajak begituan tidak ada yang menuntutku, karena aku memang tidak pernah berkomitmen dengan mereka, tapi aku melakukan hal tersebut dari suka sama suka jadi tidak pernah ada saling marah.

Aku jarang pulang ke rumah tapi lebih sering berada di tempat kost teman. Sebenarnya aku memiliki rumah yang bisa di bilang mewah, tapi aku kurang suka tinggal disana karena jarang juga bisa bertatapan muka dengan mama papaku. Mereka sama-sama sibuk dengan pekerjaannya dan lupa kalau ada aku di rumah, bangun tidur aku sudah tidak melihat mama papaku.

Oleh sebab itu aku juga jarang berada di rumah, dan lebih memilih di rumah teman. Saat ini aku memiliki seorang teman dekat di kampus Alvin namanya, dan aku biasa tinggal lama-lama di rumahnya. Terkadang dari kampus aku langsung pulang ke rumahnya, dan akupun dekat dengan keluarganya termasuk adiknya yang masih duduk di bangku SMU yang bernama Astrid.

Astrid baru kelas tiga SMU tapi dia sudah dewasa pemikirannya, karena keluarga Alvin memang dari keluarga sederhana bahkan bisa di bilang kurang mampu. Karena orang tuanya hanya seorang buruh pabrik, oleh karena itu Alvinpun mencari tambahan buat uang kuliah dengan mencari kerjaan sampingan. Termasuk juga Astrid yang masih SMU dia membuat kue sendiri dan di titipkan ke toko-toko yang tidak jauh dari rumahnya.Klik Sini Nonton Filmsemi

Hampir setiap hari aku melihatnya bergulat dengan bahan-bahan kue yang akan dia bikin nanti malam. Dan bila aku menginap di sini tidak jarang aku melihat Astrid bangun malam-malam lalu membuat adonan kuenya, trenyuh hati ini melihat dia bahkan lama-lama akupun sering memikirkan Astrid. Bukan hanya kasihan tapi aku benar-benar tertarik padanya.

Bagaimanapun juga dia sosok cewek yang begitu cantik dalam kesederhaannya. Bahkan aku menjadi cemburu setiap kali melihat Astrid di dekati oleh cowok yang sering main ke rumahnya, tapi aku tersenyum ketika Astrid selalu menolak kedatangan mereka. Karena itu akupun mencoba mendekatinya tapi bukan tanpa hambatan karena tiga bulan mendekati Astrid akupun belum juga mendapat tanggapan darinya.

Karena sibuknya mencoba mendekati Astrid akupun lupa untuk melakukan adegan layaknya dalam cerita seks bersama cewek-cewek bispak. Pikiranku hanya tertuju pada Astrid dan Astrid, untuk memberikan perhatian lebihku padanya akupun sering menginap di rumah Alvin tetap dengan alasan males di rumah. Dan Alvin memahamiku karena dia memang tahu tentang semua problemku, kecuali tentang perasaanku pada adiknya.Klik Sini Nonton Bioskop Online

Hingga pada suatu malam aku sedang terlelap tidur, tiba-tiba mendengar suara dari dapur. Akupun terbangun dan aku tidak melihat Alvin, saat itu juga aku ingat kalau dia sedang ada tugas malam dan memang biasa tidak pulang. Akupun bergerak di dapur dan aku lihat Astrid sedang mempersiapkan bahan-bahan kuenya saat aku lihat jam sudah menunjukan dua malam.

Dia sedang mencampur semua bahan sebelum mengolahnya “Boleh kakak bantu..?” Kataku menghampirinya “Nggak usah kak..Astrid sudah biasa kerja ini mah..” Jawabnya sambil terus melanjutkan pekerjaannya, akupun mendekat berusaha mencari perhatiannya. Tiba-tiba tangan kami berdua sama-sama berpegangan secara tidak sengaja dan kamipun agak sedikit kaget saat itu.

Dengan malu-malu Astrid menundukan kepalanya dan entah mendapat keberanian darimana waktu itu, akupun mendongakkan dagu Astrid kemudian aku kecup dengan lembutnya. Lama kami melakukan hal itu hingg akhirnya aku semakin berani dengan menyentuh bagian dadanya. Sambil terus melumat bibirnya akupun meremas kedua toketnya juga dan sepertinya Astrid juga menikmati.

Kini posisi kami sama-sama berhadapan dan dengan mesranya aku peluk tubuh Astrid, diapun merebahkan kepalanya dalam dadaku. Akupun melumat kembali bibirnya kini dengan semakin hangat “Aaaaaggggghh…. eeeeeuuummmmmppphh…. aaaaaggggghh… aaaaggghhh… ” Kedengarannya dia sudah di penuhi oleh nafsu akibat sentuhanku, karena aku sudah berpengalaman di dalam melakukan adegan cerita seks.

Akhirnya akupun melepas pakaiannya satu persatu, dan Astrid mencoba berontak kecil sambil berkata “Jangan kak..Astrid masiiih..” Akupun memeluknya sambil berkata “Kakak tahu.. dan kakak akan bertanggung jawab sayang..” Lalu akupun kembali melanjutkan aksiku, kini tubuh kami berdua sudah sama-sama telanjang dan di atas meja panjang di dapurnya aku rebahkan tubuh Astrid.

Akupun lama memberikan foreplay padanya, hingga dia mendesah-desah “Aaagggghh… aaaagggggghhhh… kaaak… aaagggghhhh.. aaaaagggghh… aaagggghh..” Desahnya sambil terus menggelinjang dan aku tahu kalau dia barukali ini melakukan adegan cerita seks beda denganku, yang selalu membawa cewek bispak bahkan cewek kampus yang selalu mendekatiku.

Ketika aku menggoyang tubuhnya dengan sedikit keras Astrid mengerang saat itu juga “OOOuuuuwww… aaaagggghhh… aaagggghhh… aaaaagggghh..” Kontolkupun semakin cepat pula keluar masuk dalam memeknya. Dan membuat Astrid berkali-kali menahan jeritan kecilnya, dia mencakar-cakar punggungku yang mulai basah oleh keringat dan aku semakin mempercepat gerakan tubuhku.Klik Sini Untuk Taruhan Judi Online

Sampai akhirnya akupun merasa kalau akan segera mencapai puncak kenikmatan dan “Aaaaaaggghhhh… aaaagggghh… ooouuugghhh… ooouugghh..” TUbuh kami sama-sama saling menekan menikmati kepuasan yang kami rasakan. Sampai akhirnya tubuhku mulai lemas namun dengan mesra aku masih memeluk tubuh Astrid yang masih terlihat malu dengan menundukan kepalanya tanpa bernai menatap mataku.

Tapi aku berjanji untuk bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan pada Astrid. Meskipun aku sudah sering melakukan adegan cerita seks, tapi dengan Astrid sungguh beda aku merasa kalau kami benar-benar di ciptakan untuk selamanya bersama. Dan sejak saat itu akupun berani menyatakan hubunganku dengan Astrid di depan Alvin dan juga keluarganya bahwa aku akan bertanggung jawab pada Astrid.